Kamis, 22 Maret 2012

OSI VS TCP/IP

Pengertian Dan Sejarah OSI

Pada tahun 1978 ketika ISO (International Standards Organization) mengeluarkan arsitektur OSI Reference Model. Spesifikasi tersebut di tinjau ulang pada tahun 1984 dan menjadi standar internasional untuk komunikasi jaringan.

Model Open Systems Interconnection (OSI)
menyediakan kerangka logikab terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Tujuan Utama Penggunaan Model OSI
adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis -jenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun di bawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

Layer - Layer Yang Terdapat Dalam OSI
Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan/layer dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik . Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer ”. Upper layers, fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Upper layers berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi hanya pada software. Lower layers merupakan intisari komunikasi data melalui jaringan aktual. Lower layers mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lower layers yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software.

Macam-macam OSI Layer






a) Physical Layer
Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer. Selain itu, layer ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

b) Data Link Layer
Data Link Layer menangani bingkai (frame) data khusus antara jaringan dengan Physical layer . Pada penerimaan akhir, layer ini mem -paket data mentah dari Physical layer kedalam bingkai data untuk pengiriman ke Network layer. Sebuah bingkai (frame) data adalah unit
dasar bagi trafik jaringan seperti data di kirim melalui media jaringan; bingkai data adalah sebuah format terstruktur yang tinggi (highly structured format) yang mana data dari layer atas di letakkan untuk pengiriman, dan pada saat data di extracted (diurai) saat di terima dan dikirim ke layer diatasnya.
Secara umum fungsi dari Data Link Layer adalah :
1. Framing : Membagi bit stream yang diterima dari lapisan network menjadi unit-unit data yang disebut frame.
2. Physical Addressing : definisi identitas pengirim dan /atau penerima yang ditambahkan dalam header .
3. Flow Control : melakukan tindakan untuk membuat stabil laju bit jika rate atau laju bit stream berlebih atau berkurang.
4. Error Control : penambahan mekanisme deteksi dan retransmisi frame-frame yang gagal terkirim.
5. Communication Control : menentukan device yang harus dikendalikan pada saat tertentu jika ada dua koneksi yang sama.

c) Network Layer
Network layer berfungsi untuk  pengendalian operasi subnet, mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internet working dengan menggunakan router. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network. Route juga dapat ditentuka pada saat awal percakapan misalnya session terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu. Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer.
d) Transport Layer
Fungsi dasar Transport Layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.

e) Session Layer
Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer,  juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi - aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote times haring system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya. Sebuah layanan session layer adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah pada suatu saat, atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya satu arah saja ( analog dengan rel kereta api tunggal ),  session layer membantu untuk menentukan giliran yang berhak menggunakan saluran pada suatu saat. Layanan session di atas disebut manajemen token. Untuk sebagian protokol, adalah penting untuk memastikan bahwa kedua pihak yang bersangkutan tidak melakukan operasi pada saat yang sama. Untuk mengatur aktivitas ini, session layer menyediakan token - token yang dapat digilirkan. Hanya pihak yang memegang token yang diijinkan melakukan operasi kritis.

f) Pressentation Layer
Pressentation Layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Layer ini bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi misalnya format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
Secara umum fungsi dari presentation layer adalah :
• Enkripsi dan dekripsi dari suatu pesan untuk alasan keamanan.
• Kompresi dan dekrompresi suatu pesan sehingga dapat dikirimkan pada jaringan secara efisien.
• Memformat grafis.
• Melakukan translasi konten.
• Melakukan translasi yang sifatnya spesifik terhadap suatu sistem tertentu.

g) Application Layer
Layer yang ke - 7, yang bernama application layer, memberikan suatu antarmuka bagi end – user yang mengoperasikan peranti yang terhubung ke jaringan. Layer ini merupakan "apa yang user lihat", dalam konteks loading aplikasi (seperti web browser atau email); yang mana, application layer ini merupakan data yang user lihat selama menggunakan aplikasi dalam jaringan.
Secara umum fungsi application layer adalah sebagai berikut:
• Mendukung file transfer.
• Kemampuan untuk melakukan pencetakan (print) pada jaringan.
• Surat elektronik (email).
• Pengiriman pesan elektronik (electronic messaging).
• Melakukan browsing pada World Wide Web.
Application layer terdiri dari bermacam - macam protocol diantaranya: HTTP, FTP, SMTP, dan NFS. Layer ini mengijinkan akses ke network services-seperti networked file transfer, message handling, dan database query processing-yang mendukung aplikasi secara langsung (directly). Layer ini juga mengkontrol akses network secara umum,  pengiriman data dari sending applications ke receiving applications, dan memberikan informasi error dan status untuk aplikasi pada saat mengirim atau pada saat terjadi network errors karena terganggu (interfere) dengan layanan akses (service access) atau pengiriman (delivery).

Protokol Internet

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol Internet (Inggris Internet Protocol disingkat IP) adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP.
Protokol IP merupakan salah satu protokol kunci di dalam kumpulan protokol TCP/IP. Sebuah paket IP akan membawa data aktual yang dikirimkan melalui jaringan dari satu titik ke titik lainnya. Metode yang digunakannya adalah connectionless yang berarti ia tidak perlu membuat dan memelihara sebuah sesi koneksi. Selain itu, protokol ini juga tidak menjamin penyampaian data, tapi hal ini diserahkan kepada protokol pada lapisan yang lebih tinggi (lapisan transport dalam OSI Reference Model atau lapisan antar host dalam DARPA Reference Model), yakni protokol Transmission Control Protocol (TCP).

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Setiap layer menyediakan servis-servis yang akan digunakan oleh layer diatasnya, ada 2 buah fungsi yang berbeda : same-layer interaction dan adjacent-layer interaction
• same-layer interaction : dua buah komputer menggunakan protokol untuk saling berkomunikasi dengan layer yang sama pada komputer lainnya.
• adjacent-layer interaction : pada satu komputer, sebuah layer menyediakan servis-servis yang akan digunakan oleh layer yang berada diatasnya.
Prinsip Kerja OSI Layer vs TCP/IP serta Perbedaan dan Persamaannya.

Persamaan Model OSI dan TCP/IP
1) Keduanya memiliki layer (lapisan).
2) Sama - sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) Memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) Dua-duanya punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).

Perbedaan Model OSI dan TCP/IP
1) TCP/IP menggabungkan presentation dan session layers kedalam application layers.
2) TCP/IP menggabungkan OSI-data link dan physical layers kedalam network access layer.
3) TCP/IP Protocol adalah standar dalam pengembangan internet.

Prinsip Kerja OSI Layer
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Dari masing-masing layer mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan. Berikut adalah deskripsi singkat beberapa tugas dari masing-masing layer dari layer application sampai physical.

Prinsip Kerja TCP/IP
• Untuk memindahkan data antara dua komputer yang berbeda dalam suatu jaringan yang terdiri dari banyak komputer, dibutuhkan alamat tujuan dan perantara untukmemindahkan sinyal elektronik pembentuk data secara aman dan langsung.
• Internet menggunakan protokol untuk menjamin sampainya data secara aman di tempat tujuan.
• Saat seorang pengguna Internet mengirim sekelompok teks ke mesin lain, TCP/IP mulai bekerja. TCP membagi teks tersebut menjadi paket-paket data kecil, menambahkan beberapa informasi (dapat dianggap sebagai pengiriman barang), sehingga computer penerima memastikan bahwa paket yang diterimanya tidak mengalami kerusakan sepanjang pengiriman. IP menambahkan label yang berisikan informasi alamat pada paket tersebut.
• Deretan paket-paket TCP/IP berjalan menuju tujuan yang sama dengan menggunakan berbagai jalur yang berbeda. Sebuah perangkat khusus yang disebut router dipasang di titik persimpangan antar jaringan dan memutuskan jalur mana yang paling efisien yang menjadi langkah berikut dari sebuah paket. Router membantu mengatur arus lalu lintas di Internet dengan membagi beban, sehingga menghindari kelebihan beban pada suatu bagian dari sistem yang ada.
• Saat paket-paket TCP/IP tiba di tempat tujuannya, komputer akan membuka label alamat IP lalu menggunakan daftar pengiriman yang ada pada paket TCP untuk memeriksa apakah ada kerusakan paket yang terjadi selama pengiriman, dan menyusun kembali paket-paket tsb menjadi susunan teks seperti aslinya. Saat komputer penerima menemukan paket yang rusak, komputer tsb akan meminta komputer pengirim untuk mengirim salinan baru dari paket yang rusak.
• Sebuah perangkat khusus yang disebut gateway memungkinkan beragam tipe jaringan yang ada di horison elektronik untuk berkomunikasi dengan Internet menggunakan TCP/IP. Gateway menerjemahkan protokol asli jaringan komputer tersebut menjadi TCP/IP dan sebaliknya.
Bagi seorang pemakai, Internet hadir seperti jaringan global raksasa yang tidak terbatas, yang langsung merespon jika diminta. Komputer, gateway, router, dan protokol yang membuat ilusi ini bekerja.

Komunikasi yang terjadi diantara aplikasi dalam dua komputer
Piranti-piranti jaringan bisa berkomunikasi antar sesama dikarenakan piranti-piranti tersebut menjalankan protocol stack yang sama, walaupun mereka menggunakan sistem operasi yang berbeda. Data yang dikirim dari satu piranti berjalan turun ke protocol stack dibawahnya melalui media transmisi, dan kemudian naik ke protocol stack pada sisi piranti lawan komunikasinya.

Gambar dibawah ini mengilustrasikan bagaimana proses komunikasi diantara dua buah computer.

Pada gambar tersebut diberi label aplikasi X dan aplikasi Y. Bila aplikasi X ingin berkomunikasi dengan aplikasi Y misalnya mengirim pesan, aplikasi X akan meminta layer layer OSI untuk membuat hubungan dengan layer-layer pada komputer target. Interaksi komunikasi layer OSI ini sering dijelaskan sebagai komunikasi antar peer layer, ini maksudnya setiap layer OSI tidak dapat langsung berkomunikasi dengan layer pada komputer target melainkan masingmasing layer memiliki ketergantungan dengan layer dibawah atau diatasnya misalnya layer application (lapisan ke-7) untuk membuat
hubungan setara dengan layer application pada komputer target, dengan menggunakan protocol pada lapisan tersebut. Prottokol ini memerlukan service pada lapisan dibawahnya yaitu presentation layer , dan begitu seterusnya masing-masing layer akan memerlukan service pada layer dibawahnya sampai pada physical layer dimana lapisan ini mentransmisikan bit-bit melaui sebuah media transmisi. Berikut akan dijelas kan proses lebih jauh tentang proses komunikasi dalam OSI . Kedua belah piranti yang saling berkomunikasi harus menggunakan protocol stack yang sama.

Suatu pesan data yang dikirim dari satu piranti ke piranti yang lain berjalan melalui proses seperti berikut:
1. Pesan data dipecah kedalam paketpaket ini dinamakan dengan proses encapsulation. Pada pembahasan berikutnya akan dijelaskan lebih banyak tentang proses ini.
2. Setiap protocol didalam layer menambahkan informasi control kedalam paket,  meng-enable fitur-fitur seperti inkripsi dan error check. Setiap paket biasanya mempunyai komponen berikut: Header , Data , dan Trailer.
Header : header mengandung informasi berikut:
a) Address asal dari komputer pengirim,
b) Address tujuan dari pesan yang dikirim,
c) Informasi untuk mensinkronkan clock.
Data : Setiap paket mengandung data yang merupakan:
a) Data real dari aplikasi, seperti bagian dari file yang dikirim.
b) Ukuran data bisa sekitaran 48 bytes sampai 4 kilobytes.
Trailer : Trailer paket bisa meliputi:
a) Informasi error-checking
b) Informasi control yang lain yang membantu pengiriman data
3. Pada layer physical, paket-paket dikonversikan kedalam format electrical yang tepat untuk ditransmisikan.
4. Protocol pada masing-masing layer yang berhubungan pada sisi piranti lawannya (pada sisi penerima) akan menghapus header dan trailer yang ditambahkan saat pengiriman. Paket - paket tersebut kemudian disusun kembali seperti data aslinya.

Process Encapsulation
Adalah process pemecahan suatu pesan kedalam paket-paket, penambahan control dan informasi lainnya, dan kemudian mentransmisikan pesan tersebut melalui media transmisi.

Ada 5 macam step pada proses data encapsulation:
1) Layer bagian atas menyiapkan data yang akan dikirim melalui jaringan.
2) Layer transport memecah data kedalam potongan - potongan yang disebut segmen, menambah informasi urutan dan juga informasi control.
3) Layer network mengkonversikan segmen kedalam paket - paket, menambah logical jaringan, dan menambah address piranti.
4) Layer Data link mengkonversikan paket-paket kedalam frame - frame, menambahkan informasi address phisik dari piranti.
5) Layer physical mengkonversikan frame-frame kedalam bit-bit untuk ditransmisikan melalui media transmisi.

Contoh penerapan model OSI
Disini akan diberikan contoh penerapan model OSI sehari-hari pada proses penerimaan e’mail:
• Layer 7, Anda memakai Microsofb Outlook yang mempunyai fungsi SMTP dan POP3.
• Layer 6, mengirim email dengan format ASCII atau HTML.
• Layer 5, dalam menggunakan email anda harus menginstal OS dahulu untuk membuka sesi komunikasi jaringan.
• Layer 4, OS membuka SMTP dengan sebuah TCP socket kemudian protocol terbuka untuk menerima data dari server email.
• Layer 3, Komputer mencari IP addres dari SMTP Server dengan melihat routing table yang diberikan OS Router jika tidak ditemukan akan memberikan pesan.
• Layer 2, Paket Data dari IP addres dikirimkan oleh Etherne.
• Layer 1, mengubah paket data menjadi signal elektrik yang ditransformasilkan pada kabel UTP Cat5.

Kelebihan dan kekurangan model OSI

Model OSI ini sangat luas digunakan dalam komunikasi jaringan. Akan tetapi perlu diingat bahwa ini hanyalah sebuah model teori yang mendefinisikan standards bagi programmer dan system administrator jaringan. Model OSI dalam penerapannya memiliki kekurangan dan kelebihan.

Kelebihan model OSI
• Memberikan bahasa dan referensi.
• yang sama antar sesama professional jaringan.
• Membagi tugas jaringan ke dalam layer-layer logis demi kemudahan dalam pem ahaman.
• Memberikan keleluasaan fitur - fitur khusus pada level-level yang berbeda.
• Memudahkan dalam troubleshooting.
• Mendorong standard interoperability antar jaringan dan piranti.
• Memberikan modularity dalam fiturfitur jaringan ( developer dapat mengubah fitur-fitur tanpa mengubah dengan cara pendekatan keseluruhan ).

Kekurangan model OSI :
• Layer-layer OSI adalah teoritis dan dalam penerapannay belum tentu melakukan fungsi yang sesungguhnya.
• Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI ( atau bisa tersebar di beberapa layer ).

KESIMPULAN
Adapun simpulan yang penulis dapatkan dari artikel yang telah disusun adalah bahwa model OSI merupakan model teori yang mendefinisikan standard komunikasi dalam jaringan bagaimana hardware dan software bekerja sama dengan menggunakan pendekatan berlapis atau layer.

REFERENSI :
http://ngobrolpanas.blogspot.com/2012/02/perbedaan-layer-osi-dan-tcp-ip.html
http://nic.unud.ac.id/~lie_jasa/A04%20OSI%20Model%20_Kelompok%204_.pdf 

Minggu, 11 Maret 2012

CONTOH PESAN KESALAHAN ( message error )

NIM      : 10018109
KELAS : A

TUGAS 1 IMK

Bagaimana penilain anda terhadap pesan error di bawah ini. Bila pesan error tersebut tidak  memenuhi kaidah-kaidah penyampain pesan error, jelaskan kaidah yang seperti apa serta bagaimana seharusnya!
1.


















2.


3.                                                                                                                                                                           















4. 
  • PENJELASAN :

    1. Pesan error di atas belum memenuhi kaidah pesan error. Karena tidak ada ikon atau tanda peringatan seperti tanda silang (X), tanda seru (!) dan sebagai nya. Sehingga terlihat bukan seperti pesan error. Dan juga tidak ada button seperti button ‘OK’.
    2. pesan tersebut tidak disebabkan oleh virus, melainkan disebabkan oleh bad context menu handler . Pesan error di atas belum memenuhi kaidah pesan error. karena tidak di jelaskan dengan detail kesalahan apa yang terjadi tetapi hanya memberikan perintah apa yang harus dilakukan oleh user.
    3. Pesan error di atas sudah memenuhi kaidah pesan error. karena sudah di jelaskan bahwa masalah apa yang terjadi dan cara untuk menanggulanginya. Pesan error itu menyatakan bahwa tidak dapat menyimpan data karena kapasitas disk sudah penuh.
    4. Pesan error di atas sudah benar atau jelas, biasanya pesan ini keluar jika file yang akan kita buka rusak, sudah di pindah, terhapus atau mengalami error yang di sebab kan oleh bug. File tersebut juga bisa saja memang tidak ada atau saat mencari file tersebut user salah mengetik namanya. karena di buat selengkap mungkin sehingga membantu user dalam memahami error yang terjadi dan cara untuk mengatasi error yang terjadi.




Jumat, 09 Maret 2012

KEMUHAMMADIYAHAN ( Sertifikasi 2 )

 KEMUHAMMADIYAHAN
A.KH DAHLAN DAN KEMUHAMMADIYAH
Ki Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah adalah suatu nama yang berkaitan dengan berhubungan erat. Antara yang satu dan lainnya tidakdapat dipisahkan. Jika disebut nama KH Ahmad Dahlan kita akanmenyebut nama Muhammadiyah. Demikian pula, jika di sebut nama Muhammadiyah, kita teringat nama KH KH Ahmad Dahlan. Sebab, KHAhmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, Muhammadiyah didirikan olehKH Ahmad Dahlan. KH Ahmad Dahlan selain sebagai pendiri, juga sekaligus pendiri pertama yang memimpin langsung Muhammadiyah sejak di dirikan pada tahun 1912 sampai dengan tahun 1923. Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzuhhijjah 1330H bertepatan tanggal 18 November 1912 M di Yogyakarta untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

B.PENGERTIAN MUHAMMADIYAH
Muhammadiyah, menurut bahasa, berarti pengikut nabi danrasululluh Muhammad saw. Secara bahasa dapat di katakan nya bahwa semua umat Islam adalah Muhammadiyah. Menurut istilah, dapat di beri batasan pengertian bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang di dirikan oleh KH Ahmad Dahlan dengan maksud agar umat Islam di Indonesia dalam melaksanakan ajaran Islam sesuai dengan dituntunkan oleh rasulullah Muhammad saw.
Dalam ADM Pasal (1), Muhammadiyah adalah gerakan Islam, da’wah amar maruf nahi munkar dan tasjid. Sedangkan dalam bab dan pasal yang sama ayat di tegaskan bahwa Muhammadiyah berasal dari Muhammadiyah. Kalau pasal (1) dan (2) memperoleh pengertian, Muhammadiyah adalah gerakan Islam da’wah amar ma’ruf nahi munkar dan tasjid bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah serta berasas Islam.

C.VISI MUHAMMADIYAH
Muhammadiyah memiliki visi sebagai berikut ; Muhammadiyah gerakan Islam yang berlandasan pada Al-Quran danAs-Sunnah dengan watak tasjid yang memiliki nya sentiasa istigamah dan aktif dalam melaksanakan da’wah islam amar ma’ruf nahi munkar disegala bindang sehingga menjadi rahmat lil alamin bagi umat, bangsa,dan dunia.

D.MISI MUHAMMADIYAH
Muhammadiyah sebagai gerakan islam dan da’wah amar mar’uf nahi munkar memiliki misi yang mulia dalam kehidupan sebagai berikut,
-Menegakan keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah.
-Menyebarluaskan ajaran islam yang bersumber pada Al-Quran, sebagai kitab Allah yang terakhir untuk manusia, dan sunnah rasul.
-Mewujudkan amalan amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

E.MAKSUD DAN TUJUAN MUHAMMADIYAH
Maksud dan tujuan Muhammadiyah sebagaimana di sebutkan dalam pasal 6, istilah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarat Islam yang sebenar – benar nya. Masyarakat Islam yang sebenar – benar nya yang menjadi tujuan dan cita- cita perjuangan Muhammadiyah itu di nyatakan dalam muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah masyarakat yang sejeterah, aman, damai, makmur, dan bahagia yang d iwujudkan diatas keadilan, kejujuran dan gotong royong dengan bersandingan hukum Allah yang sebenar - sebanarya, lepas dari pengaruh syaitan dan hawa nafsu.

Keselarasan antara filsafat dan agama didasarkan pada tiga hal yaitu :
1.Ilmu agama merupakan bagaian dari filsafat
2.Wahyu yang diturunkan kepada Nabi dan filsafat, saling berkesuaian
3.Menuntut ilmu, secara logika diperintahkan dalam agama

Cara Sistem Operasi Mengendalikan Proses Sistem Aplikasi

TUGAS 2 SISTEM OPERASI


Bagaimana sisitem operasi mengendalikan proses sistem aplikasi sehingga mudah digunakan user ?
Proses dalam sistem operasi

Proses dalam sistem operasi
Prosesor mengeksekusi program-program komputer. Prosesor adalah sebuah cip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer. Dalam setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi, data, program counter, register pemroses, stack data, alamat pengiriman dan variabel pendukung lainnya.

Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan sofware yang pertama kali dibaca oleh komputer pada saat booting sebagai dasar pengoperasian komputer. Terdapat 2 jenis sistem operasi berdasarkan tampilan antarmuka kepada penggunanya (user interface) yaitu yang berbasis CUI (Character User Interface) dan berbasis GUI (Graphical User Interface). Sistem operasi berbasis CUI, misalnya : DOS (Disk Operating Sistem) dan Sistem Operasi UNIX dan Linux pada mode terminal atau konsol. Sedangkan sistem operasi berbasis GUI, misalnya : Microsoft Windows 9x, 2000, NT, XP, serta sistem operasi UNIX dan Linux yang telah mendukung GUI.

Program Aplikasi
Program Aplikasi atau Perangkat lunak aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Atau secara sederhana dapat di artikan sebagai perangkat lunak yang di buat untuk tujuan spesifik. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah pengolah kata (mikrosoft office, office.org writer, dll), pengolah gambar grafis (CorelDraw, adobe illustrator, inDesign, dll), dan pemutar media (winamp, media player, nero showtime, dll).

Operasi-operasi pada proses
Sistem operasi dalam mengelola proses dapat melakukan operasi-operasi terhadap proses. Operasi tersebut adalah :

Penciptaan proses
o   Penghancuran/terminasi proses
o   Penundaan proses
o   Pelanjutan kembali proses
o   Pengubahan prioritas proses
o   Memblok proses
o   Membangunkan proses
o   Menjadwalkan proses
o   Memungkinkan proses berkomunikasi dengan proses lain.

Pengendalian proses
Dalam pengendalian antar proses,sistem operasi menggunakan metode:
o   Saling melanjutkan (interleave), Sistem  operasi  harus  dapat  kembali  melanjutkan  proses  setelah  melayani proses lain.
o   Kebijaksaan tertentu, Sistem   operasi   harus   mengalokasikan   sumber   daya   ke   proses   berdasar prioritasnya.
o   Komunikasi antar proses dan penciptaan proses, Sistem operasi harus mendukung komunikasi dan penciptaan antar proses (menstrukturkan aplikasi).

Status (state) proses
Sebuah proses akan mengalami serangkaian state diskrit. Beragam kejadian dapat menyebabkan perubahan state proses. Tiga state tersebut adalah sebagai berikut :
1.   Running, Proses sedang mengeksekusi instruksi proses
2.   Ready, Proses   siap   dieksekusi,   tetapi   proses   tidak tersedia untuk eksekusi proses ini.
3.   Blocked, Proses   menunggu   kejadian   untuk   melengkapi tugasnya.

Tahap-tahap penciptaan proses
Penciptaan proses dapat disebabkan beragam sebab. Penciptaan proses meliputi beberapa tahap :
Beri satu identifier unik ke proses baru. Isian baru ditambahkan ke tabel proses utama yang berisi satu isian perproses.
o   Alokasikan ruang untuk proses.
o   PCB harus diinisialisasi.
o   Kaitan-kaitan antar tabel dan senarai yang cocok dibuat.
o   Bila diperlukan struktur data lain maka segera dibuat struktur data itu.

Penghancuran proses
Penghancuran proses melibatkan pembebasan proses dari sistem, yaitu :
o   Sumber daya-sumber daya yang dipakai dikembalikan.
o   Proses dihancurkan dari senarai atau tabel sistem.
o   PCB dihapus (ruang memori PCB dikembalikan ke pool memori bebas).
Penghancuran lebih rumit bila proses telah menciptakan proses-proses lain. Terdapat dua pendekatan, yaitu :
1.   Pada beberapa sistem, proses-proses turunan dihancurkan saat proses induk dihancurkan secara otomatis.
2.   Beberapa sistem lain menganggap proses anak independen terhadap proses induk, sehingga proses anak tidak secara otomatis dihancurkan saat proses induk dihancurkan.

Alasan-alasan penghancuran proses, sebagai berikut.

Pengalihan proses
Kelihatannya pengalihan proses (process switching) adalah sepele. Pada suatu saat, proses runningdiinterupsi dan sistem operasi memberi proses lain state running dan menggilir kendali ke proses itu.
Dalam hal ini muncul beberapa masalah, yaitu :
o   Kejadian-kejadian apa yang memicu alih proses ?
Masalah  lain  adalah  terdapatnya  perbedaan  antara  alih  proses  (process switching) dan alih konteks (context switching).
o   Apa yang harus dilakukan sistem operasi terhadap beragam struktur data yang dibawah kendalinya dalam alih proses ?

Kejadian-kejadian penyebab pengalihan proses

Kejadian-kejadian yang menyebabkan terjadinya alih proses adalah :
Interupsi sistem, disebabkan kejadian eksternal dan tak bergantung proses yang saat itu sedang running. Contoh : selesainya operasi masukan/keluaran. Pada kejadian interupsi, kendali lebih dulu ditransfer keinterrupt handler yang melakukan penyimpanan data-data dan kemudian beralih ke rutin sistem operasi yang berkaitan dengan tipe interupsi itu. 

Tipe-tipeinterupsi antara lain :
Trap, Adalah interupsi karena terjadinya kesalahan atau kondisi kekecualian (exception conditions) yang dihasilkan proses yang running, seperti usaha illegal dalam mengakses file. Dengan trap, sistem operasi menentukan apakah kesalahan yang dibuat merupakan kesalahan fatal ?
Kemungkinan yang dilakukan adalah menjalankan prosedur pemulihan atau memperingkatkan ke pemakai. Saat terjadi trap, mungkin terjadi pengalihan proses mungkin pula resume proses.
Supervisor call, yaitu panggilan meminta atau mengaktifkan bagian sistem operasi. Contoh: Proses pemakai running meminta layanan masukan/keluaran seperti membuka file. Panggilan ini menghasilkan transfer ke rutin bagian sistem operasi. Biasanya, penggunaan system call membuat proses pemakaiblocked karena diaktifkan proses kernel (sistem operasi).
Pengalihan proses
Pengalihan proses terjadi jika proses yang running beralih menjadi state lain (ready, blocked) kemudian sistem operasi membuat perubahan-perubahan berarti terhadap lingkungan.

Langkah-langkah yang terlibat dalam pengalihan proses sebagai berikut :
o   Simpan konteks pemroses, termasuk register PC dan register-register lain.
o   Perbarui PCB proses yang running. Pelaksanaan termasuk mengubah state proses menjadi salah satu state (ready, blocked, suspendedready).
o   Field-field yang relevan juga diperbarui misalnya alasan meninggalkan state running dan informasi akunting.
o   Pindahkan PCB proses ke senarai yang cocok (ready, blocked).
o   Pilih satu proses lain untuk dieksekusi sesuai dengan teknik penjadwalan.
o   Perbarui PCB proses yang dipilih termasuk perubahan state menjadi running.
o   Perbarui struktur-struktur data manajemen memori. Pekerjaan ini sesuai dengan pengelolaan translasi alamat.
o   Kembalikan konteks pemroses dengan konteks simpanan yang memberitahu konteks proses terakhir saat dialihkan dari state running.
o   Pengembalian konteks ini dilakukan dengan memuatkan nilai-nilai register PC dan register-register lain dengan nilai konteks yang tersimpan.
o   Pengalihan proses melibatkan pengalihan konteks dan perubahan state, memerlukan usaha lebih besar daripada pengalihan konteks.

Tabel-tabel proses
Tiap proses mempunyai state yang perlu diperhatikan sistem operasi yang dicatat dalam beragam tabel atau senarai yang saling berhubungan, yaitu :
o   Tabel informasi manajemen memori, Untuk menjaga keutuhan memori utama dan memori sekunder yang menyimpan informasi tentang :
o   Tabel informasi manajemen masukan/keluaran,Untuk mengelola perangkat masukan/keluaran, dimana perangkat tersebut digunakan proses tertenty, sehingga perlu dijaga agar proses lain tidak memakainya. Sistem operasi perlu mengetahui status operasi masukan/keluaran dan lokasi memori utama yang digunakan untuk transfer data.
o   Tabel informasi sistem file, Berisi informasi mengenai ekstensi file, lokasi pada memori sekunder, status saat itu dan menyimpan atribut-atribut file lainnya.
o   Tabel proses, Untuk mengelola informasi proses di sistem operasi, lokasinya di memori, status dan atribut proses lainnya.
Proses ditempatkan di memori utama di lokasi tertentu, proses mempunyai satu ruang alamat tersendiri. Ruang alamat yang digunakan proses disebut citra proses (process image), karena selain seluruh kode biner program, proses ditambahi atribut-atribut lain yang berkaitan penempatannya pada suatu lokasi memori dan status eksekusi pada saat itu.

Tugas – Tugas Sistem Operasi
1.   Menyediakan antarmuka pengguna (user interface)berupa :
o   Melakukan perintah (command-base user interface) dalam bentuk teks.
o   Mengarahkan menu (menu driven)
o   Antarmuka unit grafik (graphical user interface-GUI).
o   Kombinasi ikon dan menu untuk menerima dan melaksanakan perintah.
2.   Menyediakan informasi yang berkaitan dengan hardware, yaitu berupa perangkat yang aktif atau pasif, dan mengendalikan perangkat I/O.
3.   Melakukan tugas pengolahan dan pengendalian sumber daya dalam sebuah proses sebagai berikut:
o   Multitasking, yaitu melakukan tugas secara serentak atau sekaligus pada aplikasi yang sama maupun berbeda.
o   Multiprocessing, penggunaan atau pemrosesan sebuah program secara serentak oleh beberapa unit CPU.
o   Timesharing, menggunakan sistem komputer yang sama pada banyak pengguna.
o   Multithreading, memproses aktivitas pada bentuk yang sama dengan multitasking tetapi pada aplikasi tunggal.
o   Scalability dan Network, upaya komputer dalam mengendalikan dan meningkatkan kewaspadaan dan keamanan jumlah pengguna dan memperluas pelayanan.
4.   Pengelolaan file dan direktori data, yaitu memastikan file-file dalam penyimpanan sekunder tersedia jika diperlukan, dan mengamankan dari pengguna yang tidak diizinkan.

Layanan Sistem Operasi

Senuah sistem operasi yang baik harus memiliki layanan berupa eksekusi program, operasi I/O, menipulasi sistem file, komunikasi, dan deteksi kesalahan. Dalam pemakaian secara multiuser sistem dapat lebih menguntungkan yaitu lebih efisien karena pemakaian sumber daya bersama antara pengguna. Sebagai fungsi layanan bersama tersebut maka sistem operasi akan memberikan efisiensi pengguna sistem berupa:
o   Resource allocator, yaitu mengalokasikan sumber daya ke beberapa pengguna atau pekerjaan yang berkalan pada saat yang bersamaan.
o   Protection, menjamin akses ke sistem sumber daya yang dikendalikan (akses pengguna ke sistem menjadi terkendali)
o   Accounting, yaitu merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya (keadilan atau kebijakan)

Eksekusi program merupakan kemampuan sistem untuk memuat program ke memori dan menjalankan program. Pengguna tidak dapat secara langsung mengakses sumber daya hardware, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama pengguna. Manipulasi sistem file adalah kemampuan program untuk melakukan operasi pada file (membaca, menulis, membuat dan menghapus file). Komunikasi adalah pertukaran data atau informasi antar dua atau lebih proses yang berada pada satu komputer (atau lebih). Deteksi kesalahan (error) adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi error hardware maupun operasi.

Struktur Sistem Operasi
Silberschatz, Galvin, Gagne (2003), berpendapat bahwa umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyai komponen sebagai berikut:

Manajemen proses
o   Manajemen memori utama.
o   Manajemen memori skunder.
o   Manajemen sistem I/O (input/output).
o   Manajemen file.
o   Sistem proteksi.
o   Jaringan.
o   Sistem command interpreter.

Manajemen proses

Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang dieksekusi. Sebuh proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya, sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, file-file, dan perangkat-perangkat I/O. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
o   Pembuatan dan penghapusan proses user dan sistem proses.
o   Menunda atau melanjutkan proses.
o   Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
o   Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
o   Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.

Manajemen memori utama

Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat sendiri. Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akases datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori seperti:
o   menjaga track memori yang sedang diguanakan dan siapa yang menggunakannya.
o   memilih program yang akan di-load ke memori.
o   Mengalokasikan dan men-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.

Manajemen memori skunder
Data tersimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karenan itu, untuk menyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary storage yang bersifat permanen dan mempu menampung data dengan ukuran besar. Contoh dari memori skunder adalah harddisk, disket, USB flash disk, dan lain-lain. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk management seperti free space management, alokasi penyimpanan, dan penjadwalan disk.

Manajemen sistem I/O
Manajemen sistem I/O biasa juga disebut sebagai device manager, yang bertugas menyediakan device driver´yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca file pada hard disk, CD-ROM dan disket. Komponen sistem operasi untuk sistem I/O adalah sebagai berikut:
o   Buffer: berfungsi untuk sementara menampung data dari/ke perangkat I/O.
o   Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dan sebagainya).
o   Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi detail untuk hardware I/O tertentu.

Manajemen file
File adalah sekumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarki (direktori, volume, dan lain-lain). Tanggung jawab sistem operasi adalah:
o   Pembuatan dan penghapusan file.
o   Pembuatan dan penghapusan direktori.
o   Mendukung manipulasi file dan direktori.
o   Memetakan file ke secondary storage.
o   Melakukan backup file ke media penyimpanan permanen (non volatile).

Sistem proteksi
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengendalikan akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem suber daya. Mekanisme proteksi seharusnya:
o  Dapat membedakan antara pengguna yang diizinkan dan yang belum.
o  Menentukan kendali.
o  Menyediakan alat pengatur.

Jaringan
Sistem distribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung memlaui jaringan komunikasi sistem terdistribusi yang menyediakan akases pengguna ke berbagai macam sumber daya sistem. Akses tersebut menyebabkan meningkatnya:
o   Kecepatan komputer,
o   Ketersediaan data,
o   Kehandalan (enhanced reliability).

Sistem command-interpreter
Sistem operasi menunggu instruksi dapri pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter, command-line interpreter, shell pada UNIX. Sistem command interpreter sangat bervariasi antara satu sistem operasi dengan sistem operasi lainnya dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi perangkat I/O yang ada. Contohnya CLI, Windows, pen-based (touch), dan lain-lain.

Klasifikasi Sistem Operasi
Sistem operasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.   Berdasarkan skala arsitekturnya (bit), sistem operasi dibedakan menjadi sistem operasi berskala 8-bit, 16-bit, 32-bit, dan 64-bit. Sistem operasi dengan skala 8-bit dan 16-bit saat ini sudah mulai ditinggalkan, sedangkan saat ini kebanyakan yang digunakan adalah skala 32-bit, seperti sistem operasi Microsoft Windows NT, Windows 2000, Windows XP, LINUX, IBM OS/400, Sun Solaris). Sedangkan yang baru dan masih jarang ditemui di pasaran adalah skala 64-bit. Seperti Windows XP 64-bit, Digital UNIX, Open VMS, IBM AIX for RS/6000, SGI IRIX, dan HP-UX.

2.   Klasifikasi sistem operasi berdasarkan end-user interface.
Command driven. Biasa juga disebut command line dimana perintah sistem operasi diketikkan pada prompt perintah atau dieksekusi melalui script file (misalnya pada sistem operasi DOS, UNIX, atau XENIX).
Graphical user interface (GUI). Pengguna akhir menggunakan mouse atau alat penunjuk (pointer) yang lain untuk memilih objek yang mewakili suatu instruksi spesifik (misalnya: semua sistem operasi Windows, IBM OS/2, MAC-OS, LINUX).

3.   Klasifikasi sistem operasi berdasarkan pengguna:
o   Single-user single-tasking: sistem operasi yang hanya mampu untuk melayani satu pengguna pada satu saat untuk satu instruksi dalam satu siklus proses (misal MS-DOS).
o   Single-user multi-tasking: sistem operasi yang hanya mampu untuk melayani satu pengguna pada satu saat tetapi mampu untuk mengeksekusi beberapa instruksi dalam satu siklus proses (misalnya Windows 95, IBM OS/2, MAC-OS).
o   Multi-user multi-tasking: sistem operasi yang mampu untuk melayani beberapa pengguna sekaligus dalam satu waktu dan juga mampu untuk menjalankan beberapa instruksi sekaligus dalam satu siklus proses.

4.   Klasifikasi sistem operasi berdasarkan pangsa pasar:

o   Sistem operasi server/network, seperti Windows NT Server, Windows XP, IBM AIX for RS/6000, Digital UNIX, Open VMS, HP-UX, Sun Solaris, dan IBM OS/400, LINUX.
o   Sistem operasi desktop, seperti Windows 95 / Windows NT Workstation, Windows XP, LINUX, OS/2 Wrap, MacOS, Java.
o   Sistem operasi Hanheld, seperti Windows CE, GEOS, Magic Cap.
SUMBER :

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP