Rabu, 05 Oktober 2011

menghilangkan kesepian, kesedihan, bersama teman











Program untuk Menentukan Bilangan Prima

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int main()
{
int bilangan, jumlah, i;
cout << “Masukkan bilangan : “;
cin >> bilangan;
jumlah = 0;
for (i=1; i<=bilangan; i++)
if (bilangan%i==0)
jumlah++;
if (jumlah==2)
cout << “prima “;
else
cout << “Bukan bilangan prima “;
getch();
return 0;
}
output:

Program untuk Mencari Volume Bola dan Luas Lingkaran

import jeliot.io.*;
class hitung
{
public hitung(){ cari = 0;}
public void masukan()
      {
              System.out.print("Masukan jari-jari lingkaran:");
              rl = Input.nextDouble();
              luas =(3.14 *rl *rl);
              System.out.print("Masukan jari-jari bola:");
              rb = Input.nextDouble();
              volume =(1.33 *3.14 *rb *rb *rb);
              System.out.print("luas lingkaran:");
              System.out.print(luas);
              System.out.print("\n");
              System.out.print("volume bola:");
              System.out.print(volume);
}
                private double rb;
                private double cari;
                private double rl;
                private double luas;
                private double volume;
 public static void main() {
      hitung a = new hitung();
      a.masukan();

    }}

Outputnya ni:

Program untuk Menentukan Jumlah Hari

#include <iostream.h>
#include <conio.h>

int main(){
   int jumlah[12]={31, 28, 31, 30, 31, 30, 31, 31, 30, 31, 30, 31},
   bulan,tahun, Hari;
   cout<<"MENGHITUNG JUMLAH HARI"<<endl<<endl;
   cout<<"Masukkan bulan ke :";
   cin>>bulan;
   cout<<"Pada tahun        :";
   cin>>tahun;

   if(bulan==2)
   if((tahun%4==0)&&(tahun%100!=0))
   Hari=29;
   else
   Hari=28;
   else
   Hari=jumlah[bulan-1];
   cout<<endl<<"Jumlah hari pada "<<endl;
   cout<<"bulan ke :"<<bulan<<endl;
   cout<<"tahun    :"<<tahun<<endl;
   cout<<"adalah   :"<<Hari<<endl;
getch();
return 0;
}

Program Konversi Array Dua Dimensi ke Satu Dimensi

#include <iostream.h>
#include <conio.h>

int main()
{
int n, brs, klm;
int data[20];
int output[40][40];
int d=0;

cout<<"Masukan banyaknya bilangan ";
cin>>n;
//proses memasukan bilangan
for (int i=0; i<n;i++)
{
cout<<"data ke-"<<i<<" = ";
cin>>data[i];
}
//proses menampilkan array 1 dimensi
for (int j=0; j<n;j++)
{
cout<<data[j];
}
cout<<endl<<"\n";
cout<<"masukan banyaknya kolom ";
cin>>klm;
cout<<"masukan banyaknya baris ";
cin>>brs;
//proses perubahan array 1 dimensi ke 2 dimensi
for (int k=0;k<brs;k++)
{
for (int l=0;l<klm;l++)
{
output[k][l]=data[d];
d++;
}
}
    //proses menampilkan bentuk array 2 dimensi
for (int k=0;k<brs;k++)
{
for (int l=0;l<klm;l++)
{
cout<<output[k][l]<<"   ";

}
cout<<endl;
}
getch ();
return 0;
}

Program Konversi Array Satu Dimensi ke Dua dimensi

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
//header
class array{
      friend istream& operator >> (istream&, array&);
      friend ostream& operator << (ostream&, array&);
      //overloading input output
public:
 int proses();
private:
int n, baris, kolom;
int array1[50];
int array2[50][50];
//class
};

istream& operator >> (istream& in, array& masuk){
cout<<"==ARRAY 2 DIMENSI=="<<endl;
cout<<"banyaknya kolom : ";
in>>masuk.kolom;
cout<<"banyaknya baris : ";
in>>masuk.baris;
//input bilangan
for (int k=0;k<masuk.baris;k++)
{
for (int l=0;l<masuk.kolom;l++)
{
cout<<"Masukkan data ke ["<<k+1<<"] ["<<l+1<<"] : ";
in>>masuk.array2[k][l];
//cout<<masuk.array2[k][l]<<"   ";
for (int k=0;k<masuk.baris;k++)
{
for (int l=0;l<masuk.kolom;l++)
{
cout<<masuk.array2[k][l];
}
cout<<endl;
}
}
}}

ostream& operator <<(ostream& out, array& keluar){
out<<endl<<"Thank you.."<<endl;
}

int array::proses()
{
cout<<"==ARRAY 1 DIMENSI=="<<endl;
int d=0;
cout<<endl<<"setelah diubah menjadi satu dimensi: "<<endl;
for (int k=0;k<baris;k++)
{
for (int l=0;l<kolom;l++)
{
array1[d]=array2[k][l];//konversi array 2 dimensi ke 1 dimensi
cout<<array1[d];//cetak array 1 dimensi
}
}
}
int main(){
    array a;
    cin >> a;
    a.proses();
    cout << a;
    getch ();
    return 0;
//main function
}

Minggu, 02 Oktober 2011

Tak Diberi Uang Rokok, Nenek Dihabisi

Liputan6.com, Purworejo: Hanya karena tidak diberi uang untuk membeli rokok, seorang cucu tega menganiaya neneknya hingga tewas. Korban bernama Sri Kamsiah dipukul pelaku DS dengan menggunakan sebatang besi di rumahnya, Desa Tri Rejo, Purworejo, Jawa Tengah, Ahad (2/10).
Peristiwa berawal saat pelaku meminta uang kepada sang nenek untuk membeli rokok. Karena tak memiliki uang, korban tidak memenuhi permintaan cucunya. Pelaku naik pitam. DS kemudian menganiaya sang nenek hingga tak bernyawa. Selanjutnya pelaku melarikan diri.
Penganiayaan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya korban dipukuli pelaku hingga tidak bisa berjalan. Bukannya membalas budi atas kebaikan sang nenek yang merawatnya sejak kecil, pelaku justru menganiaya sang nenek hingga tewas. Kini DS dalam pengejaran polisi.(JUM)

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP